19.10.10

Nyonya Meneer

Sejarah
Keterbatasan bisa menjadi motivasi, keprihatinan dapat memacu kreativitas. Pengalaman hidup Nyonya Meneer merupakan contoh paling tepat. Keterbatasan dan keprihatinan masa pendudukan Belanda di awal 1900-an tidak menjadikannya putus asa di saat sang suami jatuh sakit. Berbekal sedikit pengetahuan, Nyonya Meneer meracik aneka tumbuhan dan rempah untuk diminum suaminya. Ternyata ramuan itu mujarab, padahal berbagai pengobatan tidak mampu memulihkan kondisi sang suami tercinta.

Para kerabat dekat di Semarang segera mencium 'dingin'nya tangan Nyonya Meneer mengolah jamu. Nyonya Meneer yang ringan tangan dan sangat peduli pada orang-orang di sekitarnya dengan senang hati meracik untuk mereka yang demam, sakit kepala, masuk angin dan terserang berbagai penyakit ringan lainnya. Sebagian besar yang mencobanya puas.

Semakin banyak yang merasakan khasiat jamu racikan Nyonya Meneer, semakin banyak pula permintaan padanya untuk mengantarkan sendiri jamu yang belakangan mulai dikemasnya itu. Kesibukan Nyonya Meneer di dapur tidak memungkinkan untuk memenuhi permintaan itu. Dengan berat hati dia minta maaf, dan sebagai ganti dia mencantumkan fotonya pada kemasan jamu buatannya. Tak ada yang keberatan, tak ada pula yang menduga bahwa di kemudian hari, jamu dengan potret seorang wanita ini melegenda.

Berbekal perabotan dapur biasa, usaha keluarga ini terus memperluas penjualan ke kota-kota sekitar. Bahkan, pada tahun 1919, Nyonya Meneer berhasil mewujudkan impiannya, mendirikan perusahaan "Jamu Jawa Asli Cap Portret Nyonya Meneer di Semarang". Untuk mempermudah pelanggan Nyonya Meneer juga membuka toko di Jalan Pedamaran 92, Semarang. Perusahaan terus berkembang dengan bantuan anak-anaknya yang mulai besar. Seorang putrinya, Nonnie hijrah ke Jakarta pada tahun 1940. Dialah yang merintis dibukanya toko Nyonya Meneer, di Jalan Juanda, Pasar Baru. Jamu yang tadinya muncul dari keterbatasan dan keprihatinan ini pun masuk ke ibukota dan meluas ke seluruh penjuru negeri.

21.9.10

This Is It...

Cipaniis... seneng deyh pas acara ini, selain udara n suasananya yg bagus, keakraban kami jadi makin bertambah lho...
waahh seruuuuu...!!! apalagi ini pertama kalinya touring.. jadi pengen lagi ke cipaniis ^^

Nah kalo yg ini temen temen kampus aku.. Dengan mengakrabkan pertemanan, kami rencanain touring. Dan touring pun dilaksanakan ke kota Dodol alias Garut Bangkit Garut Berprestasi. Inilah kami 'Informatics Engineering'.

Dan yg ini touring ala 'Informatics Engineering' yang ke dua. Touring ini di adakan bukan karena kesengajaan, tapi karna ada salah satu teman kami yg orang tuanya meninggal, untuk itu kami harus kesana.

Dimanapun dan kapanpun tempatnya, yang jelas aku seneng bepergian. Semoga rencana kami selanjutnya untuk berlibur dilaksanakan dengan sukses. Amiinnn...^^

29.7.10

Labkomp'07@unpad: NILAI PRAKTIKUM DELPHI

Labkomp'07@unpad: NILAI PRAKTIKUM DELPHI: "TI/2/B 140203070054 C 140203090028 A 140203090029 A 140203090030 B 140203090031 B 140203090032 D 140203090033 B 140203090034 B 14020309003..."

POETRY FOR A HEART SO FAR

can you see my sould?
here awaiting without can to stop it,
if you now, my heart wet caused your love,
while you send me kisses with hot,
I feel it,
I SO enjoy
on the porch swept streets,
to crashes ...
bouncing,
so far,
I begged
thousand love me,
but you have been deaf,
you do not hear cries of tortured hearts,
leave me in a dark room,
in a vacuum,
in waste,
in pain,
the torture of love,
in the death of the heart,
in life that do not live,

I like a dry twig,
not live without also died,
miserable, miserable,
empty, dark, lost,
but you were deaf,
deaf to my love,
deaf to my heart,
deaf to your word,
deaf of you who kill without killed!